Adventurous Journey

….

Sebuah penyimpangan atau kesalahan informasi bisa memicu perpecahan ummat yg berlangsung sampai hari ini. Nah, yg menjadi harapan kita semua adl kpd setiap tokoh Islam jangan suka memprovokasi ummat, yg justru berakibat pada perpecahan ummat. Namun sebaliknya, sudah sepantasnya para tokoh Islam melakukan penyatuan ummat. Prinsipnya adl, jika belum mampu menyatukan ummat, maka jangan sekali-kali memecahnya.

Saya pribadi pun hingga saat ini sering kali melihat dan mendengar bahwa masih ada saja penceramah atau pembicara, entah mereka menyadari atau tdk, justru mengadu domba ummat. Ini jelas sangat berbahaya, krn setiap informasi yg disampaikan, akan langsung diterima mentah-mentah oleh para pendengar. Sering kali adanya kesalahpahaman informasi, lalu diumumkan kpd publik. Ini kan jadi penyakit hati nantinya. Seharusnya, setiap informasi yg masuk, dikomunikasikan lebih dulu dan sejatinya kita berbaik sangka lebih dulu, terlebih lagi kpd segenap media masa janganlah pula ikut memanas-manasi.

Kesalahpahaman yg timbul akibat informasi yg tdk tepat sungguh sangatlah berbahaya. Audzu billahi minasy syaithonir rajim..

“yaaa ayyuhalladzi na aamanuuu ing jaaa akum faa sikum binabaing fatabayyanuuu ang tushiibu qouwumaa bi jahaalating fatush bihuu ‘alaa maa fa’altum naadimiin.”

Dlm qur’an surah al hujurat ayat 6 tersebut dikatakan, “hai orang-orang yg beriman, jk dtg kpd mu orang fasik yg membawa suatu berita, maka periksalah dgn teliti, agar kamu tdk menimpakan suatu musibah kpd suatu kaum, tanpa mengetahui keadaan, yg menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Sebab turunnya ayat ini adl berkenaan dgn para pemungut zakat yg dikirim Rasulullah Saw ke suatu wilayah. Ketika utusan amil zakat tsb menjelang tiba di tempat tujuan, sang utusan tsb melihat ada pasukan berkuda yg berdiri berjajar. Sang utusan tsb menyangka bahwa pasukan berkuda itu akan menghadangnya, lantas kemudian dirinya berbalik arah kembali dan melapor kpd Rasulullah Saw, bahwasanya ada sepasukan berkuda yg akan menyerangnya. Akan tetapi, beruntunglah, wilayah yg dituju segera dgn cepat mengirim utusannya datang kpd Rasulullah untuk menjelaskan bahwa niat mereka akan menyambut rombongan amil zakat, bukan untuk menghadangnya.

Mengatasi konflik dan memperkuat hubungan sosial dapat dicapai dgn membiasakan berkomunikasi dgn cara yg baik, terutama jika komunikasi tersebut dilakukan oleh para pemimpin dan para elite atau pejabat serta para tokoh nasional.

Setiap pemimpin dan jg para elite atau pejabat hendaknya lebih cerdas dalam memilih diksi atau pilihan kata dlm berucap, khususnya ketika mengeluarkan pernyataan-pernyataan yg sering kali akan dikutip oleh media massa nantinya. Pernah ada tokoh nasional yg menyindir pemerintah seperti orang menari poco-poco, maju selangkah mundur selangkah alias gak ada kemajuan, kemudian salah seorang pejabat pemerintahan tsb membalas dgn mengatakan, “anda juga seperti undur-undur, jalannya mundur terus ga pernah maju”. Ini kan suatu bentuk bahasa yg tdk menarik didengar dan juga rendah akan khasanah ilmu bahasa.

Peristiwa tersebut tdk lain adl komunikasi para elite dan pimpinan yg miskin khasanah sastra. Apakah sudah tdk bisa lagi menggunakan cara yg lebih sopan dan baik? Indonesia memiliki bentuk sastra yg sangat apik dan sopan serta menarik, yaitu misalnya bahasa pantun. Dgn pantun, seloka, atau talibun, gurindam, dan lain sebagainya, akan membawa kpd suasana yg lebih cair sehingga tdk akan marah orang yg diingatkan atau disindir. Namun demikian, inti pesan untuk orang tersebut tetap dapat tersampaikan dgn baik. Misalnya ketika hadirin terlihat mengantuk atau tertidur,

kang Amin membeli beras

Beras di antar ke rumah datuk

Para hadirin sungguhlah cerdas

Kecuali, kalau sudah mengantuk

Sangat berbeda bukan, ketika sebuah sindiran dan peringatan disampaikan tanpa memilih diksi atau pilihan kata yg pas, bisa-bisa bikin orang tersinggung atau marah krn kesalahpahaman yg mungkin saja terjadi.

Nah, setelah dialog dan komunikasi dibudayakan dgn cara yg baik, maka selanjutnya adl akan terjadi kontestasi atau semacam uji publik terhadap ide-ide, pemikiran, atau konsep. Biarlah publik yg menilai. Krn dlm suatu hubungan sosial yg sehat, seseorang tdk boleh memaksakan ide-idenya sendiri tanpa terlebih dahulu mensosialisasikannya kpd masyarakat.

Selain dr pd itu, para elite dan pimpinan serta antar tokoh nasional jg perlu menciptakan simbol-simbol persatuan, bahwa mereka akur bersatu dan membina hubungan yg harmonis. Untuk itulah dibutuhkan adanya forum-forum pembauran. Bukan sekadar antara pribumi dan non pribumi, melainkan jg antaretnis, antarsuku, antarbudaya, antarkelompok, dan antaragama, bahkan antarharokah islamiah.

Orang-orang seperti saya yg berada pd tataran akar rumput, tatanan orang bawah, akan senantiasa melihat bahkan mencontoh para elite atau tokoh serta pimpinan. Begitu di tingkat elite itu damai, maka masyarakat bawah atau akar rumput pun ikut damai. Namun sebaliknya, begitu para elite itu bertengkar sedikit saja, maka masyarakat yg di bawah bisa saling baku hantam dan mencerca.

Mencegah terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat telah menjadi kewajiban bagi setiap elemen bangsa ini. A ’udzu bil laahi minasy syaithaanir rajiim,

“fabimaa rahmatim minallahi lingta lahum, walau kungta fatzan galii tzal qalbi lang fadhuu min haulik, fa’fu anhum was tagfir lahum wasyaa wir hum fil amr, fai dza ‘azamta fatawak kal ‘alallah, innallaha yuhib bul mutawak kilin”

Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu, maafkanlah mereka dan mohonlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yg bertawakal (Al Imran: 159).

Hutan belantara melintasi sumatera

Allah subhana hu wa ta’ala, sungguh mencintai kita semua

Image

::Asyuhandar Arif::

–dikutip dr pemikiran Menkominfo RI 09/14–

Advertisements

Comments on: "Potongan materi kultum tarawih dari Kastil Ummi untuk Kamis malam ini, malam hari kemerdekaan RI 17 Agustus 2012" (2)

  1. Kastil ummi,. wah familiar banget nih. Ada huda sama Amin yaaa..
    hehe.. salam ya buat mereka 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: