Adventurous Journey

Pentingnya Masa Penyambutan

Mendengar kabar bahwa Salman Al Farisi akan tiba, khalifah Umar ra begitu bahagia dan antusiasnya beliau menyambut kedatangan salah satu sahabat Rasulullah tersebut.

Kesan pertama merupakan titik menuju garis yang dari garis tersebut akan terbentuk dimensi menciptakan keindahan atau keharmonisan hubungan dalam keluarga. Setiap anggota keluarga akan begitu senang jika diperhatikan bahkan disambut oleh anggota keluarga lainnya. Dari hubungan ini akan terjalin kerjasama yang harmonis dan saling memperhatikan satu sama lain.

Image

Fakultas Peternakan IPB adalah satu keluarga yang terdiri dari civitas akademika yang tidak lain merupakan hubungan harmonis antara mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, dan staff serta teknisi dan juga mereka yang hidup berdampingan dalam satu bingkai fakultas. Setiap anggota keluarga baru yang muncul disambut hangat dengan penuh antusias, kondusif, dan tentunya memberikan gambaran bagi anggota baru tersebut perihal kondisi di dalam satu atap rumahnya yang baru, Fakultas Peternakan IPB.

Setiap keluarga memiliki tradisi atau tata cara penyambutan yang berbeda-beda karena itu semua adalah hak yang menjadi kewajiban antar anggota keluarga. Setiap fakultas memberikan tipe atau suasana penyambutan keluarga barunya yang berbeda. Hal tersebut memberikan sebuah keistimewaan tersendiri yang bergantung pada kondisi, suasana, dan tujuan hidup keluarga tersebut terbentuk. Faperta, FKH, FPIK, Fapet, Fahutan, Fateta, FMIPA, FEM, dan FEMA memiliki kekhasan tradisi penyambutannya masing-masing. Hanya saja tradisi tersebut senantiasa fleksibel menyesuaikan kondisi perkembangan zaman atau generasi. Tradisi penyambutan lima tahun lalu sudah tidak berlaku lagi tahun ini, bahkan tradisi tahun lalu pun juga belum tentu sesuai dengan kondisi tahun ini.

Salah satu contohnya adalah lima tahun lalu belum begitu berkembang teknologi komunikasi sehingga setiap kegiatan penyambutan keluarga baru tidak begitu dapat terpublis ke media, berbeda dengan zaman sekarang dengan perkembangan teknologi komunikasinya yang begitu bebas. Salah satu kondisi tersebut memberikan sebuah kreativitas tersendiri dalam penyambutan untuk lebih aktif menyadarkan. Sudah bukan zamannya lagi memberi hukuman, melainkan saatnya untuk membentuk kesadaran.

Sulit? Tidak. Bahkan sangat mudah. Kesadaran dibentuk melalui perhatian. Intensitas pertemuan dibuat lebih banyak dan beragam serta tidak harus melalui pengumpulan secara masiv. Komunikasi sejak dini, agenda-agenda tatap muka dan duduk bersama menjadi andalan dalam membentuk kesadaran bersaudara. Dengan terbentuknya kesadaran, harmonisasi hubungan sejak dini antar keluarga baru dan antara keluarga baru dengan penghuni dalam satu rumah tinggalnya dapat lebih cepat dan mudah tercipta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: