Adventurous Journey

Skateboarder is a crime?

Sangat tidak pantas jika mereka sebutkan bahwa pemain skate itu kriminal. Dimarahi, diusir, bahkan ditangkap, diambil papan skatenya dan diancam, tindakan seperti itu bukanlah tindakan orang yang berakal dalam menghadapi perilaku remaja dalam bidang yang satu ini atau juga mungkin bidang lainnya. Terlebih lagi jika satu sama lain berada dalam satu bingkai akidah yang sama, yaitu Islam.

Semua pemain skateboarding paham bahwa skateboarding adalah olahraga ekstrem yang dilakukan secara hati-hati. Jika tidak pemainnya yang celaka maka pasti orang sekitarnya yang celaka karena skateboarding dilakukan dengan tingkat konsenstrasi maksimum. Maka dari itu, sangatlah jarang sekali bahkan tidak pernah terlihat para pemain skateboarding melakukan trik-trik mereka dikala arena yang masuk dalam jangkauan mereka itu sedang ramai. Mereka pasti melakukan satu dari dua hal, yaitu diam sejenak sampai orang yang menghalangi mereka itu pergi atau meminta orang yang menghalangi mereka itu untuk berpindah dari posisinya. Konsentrasi atau gagal bahkan cidera.

Lantas, apakah sikap tersebut disebut sebagai tindak kriminal? Dimarahi, diusir, serta diancam.

Pikirkan, dalam satu wilayah atau taman atau lokasi strategis sedang berlangsung dua kegiatan. Kegiatan pertama yaitu diramaikan dengan para pemain skateboarding. Kegiatan kedua yaitu diramaikan oleh para pemuda-pemudi bukan muhrim yang sedang pacaran, pegangan tangan, berpelukan dan lagi mereka corat-coret dinding atau lainnya dengan tulisan “aku cinta kamu”.

Pikirkan, kegiatan mana yang sepantasnya diusir, dimarahi, bahkan diancam? Biarkan publik yang menilai.

Ada perkataan aneh yang muncul, yaitu “skateboarding itu merusak”. Kemudian dari kedua kegiatan nyata yang terjadi tersebut, manakah yang jauh lebih merusak?

Jadi, manakah yang merupakan tindak kriminal?

Di dalam agama Islam, sesungguhnya semua muslim itu adalah kuat karena mereka tidak kehabisan akal dalam mengatasi suatu masalah atau pun dalam mengerjakan berbagai hal. Berbagai sudut pandang penyelesaian masalah itu harus dimusyawarahkan untuk diputuskan strategi yang akan dilakukan. Agama Islam mengajarkan setiap penganutnya untuk tidak melakukan, menindak, bahkan memutuskan suatu perkara jika orang tersebut berada dalam kondisi marah. Kedua hal ini saling bersanding seperti mata uang. Kedua hal inilah yang menjadi ciri khas manusia yang disebut sebagai makhluk berakal.

Di dalam menyelesaikan setiap masalah, Rasulullah Saw senantiasa mengedepankan sebuah kalimat, “mudahkan dan jangan dipersulit”. Silahkan berpikir dan jadilah manusia yang disebut sebagai makhluk berakal tersebut.

go on skateboarder

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: