Adventurous Journey

Nasionalisme

Setiap warga negara harus dapat merasakan nasionalisme memperjuangkan ibu pertiwi namun selama ini ibu pertiwi ternyata belum mampu memberikan asupan dan hidup yang layak bagi mereka. Setiap harta kekayaan yang ibu pertiwi hasilkan senantiasa terkuras dan terambil dimakan oleh kaki tangannya sendiri untuk kepentingan pribadi atau pun golongan masing-masing dari mereka. Warga negara yang bekerja mengolah dan meningkatkan kesejahteraan ibu pertiwi ternyata harus rela bertahan dalam hidup pas-pasan tanpa perubahan. Maka dari itu, pantaslah jika perang berkecamuk diantara mereka. Mereka ibarat daun kering yang siap terbakar akibat panas yang berkepanjangan. Setiap batang yang kering masih memiliki isi dan isi itulah jiwa sehingga membutuhkan waktu hingga terbakar. Akan tetapi, banyak juga batang yang tidak memiliki isi atau kosong di dalamnya sehingga tersulut sedikit saja, terbakar habis semua. Inilah seburuk-seburuk kondisi manusia. Tidak menutup kemungkinan mereka akan berpindah ke ibu pertiwi lain yang lebih mampu menghidupi mereka. Ibu pertiwi itulah nasionalisme.

Nasionalisme yang tertanam begitu sempit hanya dibatasi oleh wilayah serta budaya yang semua itu hanya ada di bumi dengan teritorialnya masing-masing, ibu pertiwinya masing-masing. Pikirkan jika individu-individu seperti itu berada di luar bumi, pastilah tidak berguna rasa nasionalisme karena sudah tidak relevan sebab individu tersebut tidak berada di bumi. Sadar atau tidak itu perkara nyata bahwa nasionalisme sebatas wilayah sebaiknya dihindari. Bisa jadi saat sesorang atau sekelompok manusia berada diluar sana diluar teritorialnya diluar budayanya menerapkan jiwa nasionalismenya, sikap nasionalisme tersebut dapat berubah rasis dan dikatakan rasisme.

Jiwa nasionalisme manusia sebaiknya tidak terbatas oleh wilayah oleh ruang bahkan budaya. Jiwa nasionalisme manusia harus mampu menembus angkasa menguak galaksi menggetarkan langit ke tujuh. Itulah nasionalisme yang hakiki satu “ibu pertiwi”, yaitu Allahurabbi yang Satu yang menghidupi seluruh makhluk merawat mereka begitu sempurna. Itulah sebaik-baik nasionalisme. Setiap jengkal setiap wilayah setiap budaya yang disebut nama Allah di dalamnya maka mereka adalah saudara kami, nasionalisme kami. Hingga hilanglah rasisme di bumi bahkan di seluruh galaksi.

 

-deep-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: