Adventurous Journey

Noun Section

Tata bahasa Inggris itu terbagi tiga fokus ne sobz yaitu Ortografi, Etimologi, ama Sintaksis. Nah, untuk ortografi itu ada tiga fokus kajian yaitu hurufm, kata, dan kosa kata. Di bagian fokus entimologi itu ada enam yaitu Noun, Adjective, Verb, Pronoun, Adverb, Preposition, Conjunction, damn Interjection. Trus untuk sintaksis itu ada banyak.

Kite bahas satu-satu,

NOUN

Itu artinya kata benda. Fungsinya noun itu sebagai subjek ama objek. Cakupan bahasan untuk noun itu ada banyak sobz. Bisa dilihat dari segi konkret atau abstrak noun, bisa atau tidaknya dihitung, dari segi gender, dan kasingnya. Kasing itu bahasa Inggrisnya case yang kalo ditelisik itu maknanya adalah hubungan antara noun yang satu dengan noun lainnya. Oke, kita kupas perlahan.

 

Noun dilihat dari konkret atau abstrak,

  1. Concrete Noun (kata benda yang terlihat). Dari bacaannya aja sudah jelas sobz, konkret itu jelas. Kata benda yang termasuk dalam bahasan ini adalah kata-kata benda yang bisa diraba, dilihat, diterawang, disentuh, dll selain dirasakan. Karena kalo kata benda itu cuma bisa dirasain make perasaan itu sudah bukan termasu dalam concrete noun. Bahasan kita yang satu ini juga dilihat dari berbagai sudut pandang alias fokus, yaitu:
  1. Proper Noun atau kata benda nama diri. Nama diri bermakna jelas menyebutkan atau menandakan seseorang atau sesuatu kali ya tepatnya. Untuk menandakan bahwa kata benda tersebut benar-benar proper, kata benda tersebut tidak boleh ditambahi kata sandang di depannya karena kalo ada kata sandangnya maka kata benda tersebut akan bermakna sempit, jadinya aneh nanti, sedangkan proper noun itu kan harus dapat menyebutkan seseorang.
  2. Common Noun itu yang umum-umum. Semua kata benda yang umum atau lazim didengar itu termasuk kategori ini sobz. Common noun itu bisa bergandengan dengan kata sandang atau tidak. Tinggal nanti maknanya aja yang beda, kalo die pake kata sandang bermakna sempit, sedangkan kalo gak ya bermakna luas. Misal, bedain deh antara kata “the market” ama “market”, maknanya kan beda.
  3. Material Noun ya benda-benda gitu. Dari katanya aja jelas, material. Semua benda konkret, yang terstruktur atau tertekstur ya, yang jelas yang masuk dalam materi ya masuk kategori ini. Misal, aneka bahan bangunan, bumi langit dan isinya.
  4. Collective Noun itu kata benda yang menandakan kelompok. Setiap kata benda yang bergerombol alias menandakan bahwa kata itu untuk sekelompok sesuatu tertentu, termasuk dalam kategori ini. Misal, audience, swarm, group, trope, fleet, dll.
  1. Abstract Noun. Kata benda tipe ini memang gak keliatan namun bisa dirasain. Beberapa kata dari berbagai jenis kata (etimologi) yang ditambahkan imbuhan juga termasuk dalam kata benda abstrak.

 

Noun dilihat dari bisa atau gak bisa dihitung,

Countable or uncountable noun (kata benda yang bisa atau gak dihitung). Posisinya dalam kalimat cukup penting karena akan memmberikan gambaran pada apa yang diomongin.

  1. Countable noun. Kata benda jenis ni itu bisa jamak atau tunggal tergantung pada apa yang mau diomongin dan tinggal nanti dilihat pola penulisannya. Kalo ngobrolin yang tunggal, kata kerjanya mesti ditambahin ‘s’ diakhir tuh kata kerja atau juga pake to be is/was, kalo jamak yah gak pake ‘s’ dan to be yang dipake juga are/were. Kata benda yang dapat dihitung ini jika dirangkai dengan kata ‘any/some’ trus artinya nanti menjadi ‘beberapa’.

Jelas sekali bahwa countable noun itu bisa dihitung satu-satu sehingga penggunaan kata sandang a/an/the itu dapat langsung diberikan. Tinggal nanti kita perhatikan penambahan huruf ‘s’ atau gak, supaya maknanya sesuai dengan apa yang ingin kita sampein.

  1. Uncountable noun. Kata benda yang gak bisa dihitung satu-satu atau juga jumlahnya banyak banget, dll itu termasuk dalam kategori ini. Penggunaanya dalam kalimat kalo ada kata any/some itu maknanya menandakan ‘sedikit’. Kata benda yang gak bisa dihitung ini gak bisa langsung ditambahin kata sandang karena maknanya jadi aneh nanti.

Sekalipun kata benda ini jumlahnya banyak banget, bentuknya dalam penulisan kalimat akan selalu tunggal alias tidak mempunyai bentuk jamak. Makanye, kata benda yang gak dapat dihitung ini selalu disandingkan dengan kata-kata bantu didepannya.

 

Noun dilihat dari jumlahnya itu cuma ada dua sobz, yaitu singular auat plural. Kalo singular ya tunggal, kalo plural ya jamak. Tinggal nanti dibedain pemakaian ‘s’ atau gak di kalimatnya. Kalo tunggal ya kata benda gak pake ‘s’, tapi kata kerja yang menjelaskan kata benda itu ya pake ‘s’. Kalo jamak ya kebalikannya aja.

 

Noun dilihat dari jenis kelaminnya (gender),

Jenis kelamin kan cuma ada dua tuh yang cewe atau cowo (masculine/feminine). Kalo jenis lainnya yang selain kedua itu bisa termasuk umum atau netral (common/neutral). Untuk membedakan mana yang cewe atau cowo bisa dilihat dari ada atau gaknya akhiran –ess, kalo ada ya kata itu ditujukan untuk cewe, kalo gak ada ya berarti buat cowo. Penting untuk diingat bahwa kategori ini hanya untuk manusia loh. Perbanyak buka kamus karena ada banyak sekali istilah ataupun sebutan-sebutan yang jarang terdengar.

 

Noun dilihat dari hubungan antar kata,

Supaya gak salah kaprah ataupun penafsiran, perlu diperhatikan peletakan posisi antar kata. Kalo diliat-liat, hubungannya itu untuk menandakan kata benda ini dalam posisi subjek atau objek. Kan gak enak nanti kalo kebolak-balik.

  1. Nominative. Kalo dibahasindonesiain itu lebih kepada nominasi yang menandakan subjek. Kata benda dalam kasus ini berada dalam posisi subjek, menerangkan subjek (aposisi), ataupun pelengkap (komplemen). Kata yang berfungsi sebagai aposisi itu ditandai koma pada sebelum atau sesudah kata tersebut sobz. Ya seperti penjelasan aja. Beda kalo komplemen dia tu penegas jatohnye.
  2. Objective. Kata benda sebagai objek, die bisa langsung atau gak tergantung gimana maksudnye nanti. Kalo yang langsung (accusative) itu cuma satu kata benda yang berfungsi sebagai objeknya, sedangkan yang gak langsung (dative) itu ada lebih dari satu kata benda yang posisinya sebagai objek. Nanti perhatiin bener-bener kalimatnya.
  3. Vocative. Kasus vocative itu jelas vocal, dalam artian kata benda tersebut dipake untuk pembicaraan langsung. Biasanya tuh berada dalam bentuk kalimat perintah.
  4. Possesive. Kalo dibahasaindonesiain tuh maknanya kepemilikan. Kata benda yang masuk dalam kasus ini nanti menandakan pemilik suatu benda atau hal lainnya. Kasus ini nanti agak samar-samar dengan kata benda yang menerangkan kata benda lainnya. Untuk membedakan keduanya tinggal dilihat dari pake tanda apostrophe (‘s) atau gak. Kalo pake bearti menunjukan kepemilikan, kalo gak ya bearti menerangkan.

Bentuk kasus ini ada yang pake ‘apostrophe’ atau pake kata depan ‘of’. Bedanya itu nanti perlu diperatiin itu punyanya benda mati atau benda hidup. Kalo yang punya ternyata benda mati maka digunakan kata depan ‘of’, kalo gak ya bearti sebaliknya.

Hal yang cukup penting dari kasus possessive tu nanti pada pemakaian bentuk kata kerja. Kata kerja pada rangkaian kalimat yang ada kasus possessive-nya itu bukan berdasarkan siapa pemiliknya, melainkan berdasarkan pada apa yang dimilikinya. Kalo yang dimilikinya itu bertanda tunggal ya kata kerjanya ditambahin ‘s’, kalo die jamak ya gak ditambahin.

 

..next section is Pronoun, Pronoun is the next section..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: